1. Dear Guest, Selamat datang ke forum Cycling-Id.com. Silahkan membaca artikel New Members Guide untuk kenyamanan bersama.

Sufferfest Review: The Long Scream

Discussion in 'Latihan Sepeda Balap' started by mt, Sep 18, 2012.

  1. mt

    mt Pensiun Dulu

    Disclaimer: Saya mendapat copy video Sufferfest The Long Scream gratis sebagai evaluation copy untuk review ini. Sebelum The Long Scream, saya pribadi membeli dua video lain yaitu Downward Spiral dan The Fight Club.

    Question: Is there such thing as an easy Sufferfest?

    Waktu saya pertama kali download video The Long Scream, saya berpikiran bahwa ini akan menjadi video yg ideal untuk diikuti saat kondisi tubuh saya tidak super fit (120%). Seperti yg pernah saya bilang sebelumnya, video Sufferfest betul2 memiliki suatu kemampuan untuk membuat saya rasa mau mati. Dan dalam kondisi yang relatif fit pun, tidak dalam kondisi overtraining atau fatigue atau yang lain2, saya tidak selalu bisa menyelesaikan video2 Sufferfest yang berdurasi 1 jam (kurang lebih).

    Berbeda dengan video2 standard Sufferfest yg berdurasi 1 jam, The Long Scream dibuat untuk menjadi dosis tambahan monster2 yang merasa bahwa 1 jam kurang berasa untuk membuat mereka suffer. Saya tau diluar sana ada monster2 seperti itu, yang sudah tidak merasakan sakit ataupun suffering atas mengikuti 1 jam video Sufferfest. Berbeda dengan saya, dimana saya berencana untuk memakai video The Long Scream untuk latihan Sufferfest singkat. Dengan durasi yang relatif lebih pendek (35 mins), saya pikir ini bisa menjadi satu video yang saya bisa selesaikan dengan lumayan konsisten. Video yang saya bisa tackle waktu saya lagi ngga bersemangat suicidal tetapi masih ingin mendapatkan satu latihan yang baik. Istilah simpelnya, video Sufferfest yg "gampang".

    The Long Scream merupakan satu video yang memandu kita untuk menjalani satu time trial yang panjang (30 menit). Berikut kutipan dari website Thesufferfest.com:

    Dengan durasi yang lumayan pendek, dan effort yang lumayan "ringan" di skala 7/10 s/d 8/10, apakah The Long Scream akan menjadi video Sufferfest yang mudah?


    30 Menit
    Kurang lebih kita mulai dengan warming up 1 menit. Setelah itu langsung masuk ke time trial yang panjangnya 30 menit dengan effort yang gradual mulai dari 7/10, 7.25/10, terus sampai akhirnya 9/10. Video untuk durasi yang panjang ini diramaikan dengan tips2 untuk menjadi time trialist yang baik, antara lain:
    • Mempertahankan postur tubuh yg rendah untuk aerodynamic yg baik.
    • Menjaga perputaran rotasi kaki yg smooth dan power sepanjang 360 derajat putaran crank.
    • Menjaga upper body yang relaks dan stabil.
    Memang awal video ini lumayan mudah.. effort 7/10, konstan speed, dan tidak seperti video2 yang lain, dia tidak pernah memacu kita untuk effort2 yang tinggi sampe 9/10 atau 10/10. Malahan dia hanya meminta kita untuk mempertahankan speed itu dengan constan. Terkadang di video kita sampai di belokan (corner) dan kita malah diminta untuk slow down/freewheel. Wah, saya pikir enak sekali ini video.

    Dari effort yg 7/10 lalu naik menjadi effort 7.25/10. Enteng lah, saya pikir. Kita dituntut untuk mengikuti cadence kurang lebih seperti atlit yang sedang di video. Ini untuk membuat kita lebih bisa feel cadence kita secara natural dan tidak terpaku kepada angka display di Cyclometer. Sekali lagi effort hanyalah stabil di angka ~7/10.


    22 Menit
    Setelah lumayan lama ber time trial di effort ~7/10, saya melihat TV dan diingatkan bahwa masih ada sisa 22 menit time trialing lagi, padahal saya sudah mulai merasa discomfort dan heart rate sudah mulai naik di range 150-160. Saya pikir, "Wah, lama juga ya, masih 22 menit". Tapi saya masih dapat mempertahankan speed dan postur yang baik, sambil berusaha mengatur napas yang mulai berat.


    18 Menit
    Beberapa menit kemudian, masih dalam constant steady speed, saya sudah mulai masuk "suffering range".. tetapi video masih menunjukkan sisa 18 menit. "Masih belum 50% dari video! Cilaka nih!", saya pikir dalam hati. Saya tetap optimis dan mencoba mempertahankan postur dan napas sebaik mungkin sambil menjaga supaya speed tidak turun. Sementara itu badan sudah bermandi keringat dari beberapa menit yang lalu dan temperatur badan sudah sangat tinggi walaupun saya di ruangan full AC.


    12 Menit
    Beberapa menit berlalu dan saya sudah officially setengah mati. Dengan will power yang difokuskan 100%, saya masih dapat bertahan terus, tetapi video masih menunjukkan sisa waktu 12 menit. "GILA INI SIH", saya pikir. "Mana bisa 12 menit lagi!".


    8 Menit
    Setelah mencret2 di atas sepeda dan semua will power sudah hilang, ternyata yang terbaik saya bisa lakukan hanyalah sampai sisa 8 menit lagi. Setelah itu saya give up, saya drop speed, memutar saddle perlahan dan secara resmi menyerah dari video The Long Scream.

    Minggu depannya, untuk kedua kalinya saya mencoba The Long Scream sekali lagi. Kali ini lebih parah. Saya give up waktu masih sisa 12 menit. Wah, kok begini berat ya? Saya pikir ini bakalan jadi video yg relatif mudah diselesaikan. Walaupun dia tidak ada interval 10/10 yang memacu heart rate sampai 170-180bpm, tetapi satu interval time trial yang sepanjang 30 menit ternyata sangat berat untuk dilakukan, walaupun hanya dengan effort rate ~7/10. Saya baru ngeh, walaupun effort nya hanya ~7/10, tapi dia sama sekali tidak ada recovery period ditengah2 30 menit tersebut. Sedangkan video2 lain selalu menyisipkan recovery period setelah interval yg berat.

    Tidak seperti video2 dengan interval 10/10 yang membuat jantung serasa mau meledak, The Long Scream pelan2 menggerogoti kita dari dalam. Makin lama makin susah mengontrol napas secara steady. Body heat juga pelan2 naik menjadi sangat tinggi, membuat penderitaan makin menjadi2. Tentu saja lacatate yang terus menerus mengumpul membuat kaki makin berat, makin menjadi seperti batu, dan ini makin membuat jantung makin harus bekerja keras, yang juga membuat napas menjadi makin berat, terus menerus seperti kanker dari dalam tubuh. Kita dibuat kesakitan, menderita, pengen menyerah. Tidak peduli sebanyak apa will power yang saya kumpulkan, ternyata masih belum bisa menyelesaikan video The Long Suffering. Ancur bener2.

    Ternyata, tidak ada video Sufferfest yang mudah.

    :suicide:

    IMG_4266.jpg
    IMG_4261.jpg IMG_4262.jpg IMG_4263.jpg IMG_4265.jpg IMG_4266.jpg IMG_4268.jpg IMG_4276.jpg IMG_4277.jpg IMG_4278.jpg IMG_4280.jpg
     
    Jev and andytio like this.
  2. andytio

    andytio Fat Cyclist

    jelasin dong, gimana cara pake video ini.... ada petunjuk berapa RPM, berapa gir yang musti di pakai ( target nya ), berapa BPM kurang lebih HR kita....

    klo tanjakan berarti nambah resistance di trainer ya ?
    klo tambah speed, berarti turun ger belakang ? beda 7/10 dan 9/10 , beda di gearing gimana ? cadence ? klo 10/10 berarti dah sprint "level " ?
     
  3. mt

    mt Pensiun Dulu

    Noted, nanti gw coba tambahi infonya.
     
  4. mt

    mt Pensiun Dulu

    Temen2, cobain ya saya share pake bahasa inggris buat impresi tambahan The Long Scream. :)

    Yesterday I was finally able to finish the Long Scream video. The full length of it. Looking back, I am guessing that it may be due to one of these reasons:

    1. I had a longer warm-up than usual. I did the 5 minutes warm up and the 6 minutes interval on the Fight Club video. The 6 minutes interval was not a hard interval and so that may have helped me get a better warm-up.
    2. I "cheated" a little in that there were times that I didn't have my hands down on the drops (having my arms on the drops, I find it to be more exhausting since my back and arm muscles had to work harder).
    3. I poured water on my head. I find this to help me "fresh up" and refocus my mind.

    I actually cracked on the last 2 minutes mark. I stopped pedaling and thought I couldn't go on anymore. But I was able to pull myself together and finished the video, up to the final sprint in the finish. It felt good.

    I think the video would've been easier if I had an aerobar to rest on, since I find that constantly having my hands on the drops is quite tiring. Somehow on the static trainer, it feels different than if I was on a moving bike. On the moving bike, perhaps the forward motion of the bike makes it easier to distribute body weight to the cores whereas with the same bike on the trainer, I always feel more pressure on the shoulders and the triceps.
     
  5. mt

    mt Pensiun Dulu

    Berikut screenshot yg memperlihatkan instruksi2 sepanjang video The Long Scream.

    long-scream-10.jpg
    long-scream-1.jpg long-scream-3.jpg long-scream-4.jpg long-scream-5.jpg long-scream-6.jpg long-scream-7.jpg long-scream-8.jpg long-scream-9.jpg long-scream-10.jpg long-scream-11.jpg
     

Share This Page