1. Dear Guest, Selamat datang ke forum Cycling-Id.com. Silahkan membaca artikel New Members Guide untuk kenyamanan bersama.

Race Report: MTB XC Open Championship by JPG and Univ. Budi Luhur (Men Senior Open)

Discussion in 'Leo's Cycling Stories' started by red_cyclist, May 11, 2015.

  1. red_cyclist

    red_cyclist Rider Sruntulan

    Oke, event dengan nama sesuai thread itu akhirnya terlaksana tanggal 9-10 Mei. Sebenernya saya udah antusias banget ikut race ini sejak acaranya diumumin, secara ini juga XC race pertama saya (setelah bertahun-tahun main MTB, akhirnyaaaaaa!). Venue race ini, walaupun diselenggarakan oleh JPG, adalah Taman Kota 2. Treknya 3.5 km, super teknikal, tapi ngga ada tanjakan panjang.

    Tanggal 9 Mei, event ini dimulai. Sebenernya pagi-pagi itu ada official practice, tapi saya agak males ikut secara udah kebanyakan latian sejak awal April, dan saya juga ngga mau ngebuang tenaga untuk latian H-1. Jadinya, hari itu cuma ke venue untuk daftar ulang, ngambil racepack, dan ambil undian nomer start. Guess what, nomer 232, alias urutan start di urutan ke-32!!! Yowes lah, toh fair juga undiannya hahaha, bisa aja yang di depan-depan pas start ngga terlalu kenceng sprint-nya, etc etc. Hari itu sekalian liat-liat calon kompetitor dan nonton 2 race pembuka; kelas Men Executive dan kelas Men Full-Suspension. Kedua race ini ngga sekompetitif yang diadain tanggal 10, intinya memang race penghobi dan hiburan aja.

    Malemnya, saya diculik jalan-jalan ke 2 toko sepeda di BSD sama @FunRunner dan seorang teman kami, di mana terjadi sebuah kejutan; HUJAN DERAS!! Saya agak bingung harus khawatir atau tenang, karena di satu sisi saya sudah beberapa kali latian di trek TaKo2 saat kondisi basah, jadi secara mental dan kemampuan saya cukup siap. Tapi di satu sisi karena saya start di urutan 32, berarti saya ngga boleh berada di belakang rider yang secara teknik belum siap menaklukan trek basah....

    Tanggal 10 Mei, race day!!

    Paginya scrutinizing sepeda dan pemasangan RFID untuk timing. Pagi itu juga ada pengumuman kalo race untuk kelas saya (Men Senior Open) dimajukan jadi jam 11, dari seharusnya jam 1 karena ada pertukaran jadwal. Untungnya, walaupun ada perubahan waktu, mekanik dan feeder saya (@FunRunner) datang tepat waktu dengan membawa wheelset cadangan. Sekalian saya serahkan perlengkapan lainnya ke dia untuk dibawa ke tenda mekanik dan feeding, di mana dia bakalan bantuin saya untuk ngasi bidon dan nyelesaiin masalah teknis sepeda.

    Jam 11 akhirnya roll call, semua peserta Men Senior Open bersiap di garis start. Satu objektif utama saya untuk race ini; finis. Kedengerannya simpel, tapi kalo saya sampe di-overlap sama rider paling depan, saya langsung dikeluarkan, dan di kelas ini banyak atlit klub yang super kuat. Belum lagi dengan posisi start yang kurang strategis, ini berarti ada tantangan tambahan. Oh iya. Untuk kelas Men Senior Open, jumlah lap yang harus diselesaikan adalah 6 lap. Sounds easy, but trust me, it's so isn't. Malik, salah satu peserta kuat di kelas ini, sehari sebelum race bilang ke saya "bisa finis aja syukur..."

    So, sekitar jam setengah 12, akhirnya START!! Jarak dari start line sampe mulai memasuki single track hanya sekitar 100-200 meter, dan dalam jarak ini, saya ga basa-basi, langsung sprint all-out untuk mencapai bagian depan dari peloton ini. Melewati feeding zone, FunRunner bilang saya kurang lebih udah di posisi 20-an, setelah itu saya menyalip beberapa rider lagi sampai akhirnya memasuki single track.

    Lap 1, merupakan lap HR tinggi dan penuh usaha untuk menaiki peringkat. Tapi saya ngga mau bonk di lap pertama dan terpancing emosi, akhirnya saya gunakan strategi untuk mendahului di technical section. Caranya? Bikin gap sekitar 3-4 meter dengan rider depan. Begitu dia bermasalah di technical section yang licin, tinggal bilang "trek-trek", maka dia pun wajib memberikan jalan, dan thanks to the gap, saya ngga terhambat ketika dia harus turun dari sepeda. Cara ini memang relatif lambat untuk menaiki peringkat, tapi harus saya akui, energi yang dikeluarkan ngga sebanyak kalo saya harus full gas dari awal sampai akhir. Cara ini terbukti efektif, karena selain di lap pertama saya berhasil mendahului lebih dari 4 rider, mendekati akhir lap pertama saya lihat beberapa rider sudah mulai ngos-ngosan, di antaranya Malik, yang akhirnya saya salip di start/finish line. Saya cukup kaget ngeliat Malik secapek itu. Di sini saya mulai berpikir, kalo saya mau bisa finis 6 lap, saya harus benar-benar bisa pacing dengan baik; tidak terlalu cepat supaya tidak bonk, tapi juga tidak terlalu lambat biar ga di-overlap.

    Memasuki lap 2, menghampiri tenda feeding dan melihat @FunRunner menawarkan sebuah bidon, tapi bidon saya masih ada sisa cukup untuk 1 lap lagi. Lap 2 saya mendahului satu atau dua rider lagi yang kurang luwes di technical section, dan akhirnya saya berada di belakang rider dengan sepeda Specialized Epic, dan konfigurasi 1x10!! Wah, single chainring brother. Dan berhubung pacingnya dia cukup enak serta kemampuan teknikalnya cukup baik, saya cukup happy berada di belakangnya dia... Hahahaha

    Lap 3, tawaran bidon dari @FunRunner akhirnya saya terima, karena ternyata saya lebih banyak pakai air untuk guyur badan dibanding untuk diminum.... Di lap ini, si single chainring brother mulai kehabisan gas, dan akhirnya saya salip di akhir lap. Dan di lap ini saya juga dapet 'temen' baru, yang race numbernya 231. Wah, urut!

    Lap 4 dan lap 5 saya lalui bersama si rider 231 ini, beberapa kali bertukar posisi karena perbedaan kemampuan. Dia punya power yang kuat, jadi begitu medannya agak flat, dia bisa geber lebih kenceng dibanding saya. Tapi di technical section, dia ga sekenceng saya, bahkan hampir di semua tanjakan teknikal dia lewatin dengan cara lari sambil gotong sepeda. Di lap 5, saya sebenernya mau ambil bidon dari sang feeder, tapi saya agak telat, jadi dibanding kehilangan bidon (yang mungkin masih ada beberapa mililiter air) gara-gara ngga siap, lebih baik tawarannya kali ini saya tolak.

    Lap 6, akhirnya ambil bidon untuk terakhir kalinya. Setelah tugas @FunRunner beres, doi bergegas ke tenda finis, untuk nungguin saya. Di lap ini, saya udah mulai kehabisan tenaga. Hampir di semua section yang penting saya salah gear. Tapi si rider 231 juga berada di kondisi yang sama, walaupun setelah setengah putaran, akhirnya saya bisa punya gap beberapa detik ke dia. Sayang sekali, di tengah survival mode, konsentrasi saya semakin menurun dan akhirnya membuat kesalahan paling kocak di sepanjang sejarah XC Race. Handlebar saya nyangkut di pohon bambu di section lorong bambu yang sempit!!! Setelah saya bisa berdiri dan kembali di atas saddle, rider 231 udah nyusul persis di belakang saya. Dan karena saya masih kesakitan mencoba recover, akhirnya setelah 2 tanjakan teknikal terakhir dia nyalip saya. Semakin dalam ke survival mode, akhirnya saya bisa selesaikan balapan ini. FINISH urutan 10!! Not bad lah, masih bisa finish dan masuk ke 10 besar.

    Ga jauh dari start/finish gate, @FunRunner udah nungguin. Selain desperately minta minum, langsung buka kotak first aid untuk ngobatin beberapa luka akibat late crash.

    The rest of the day, saya sama @FunRunner beres-beres, ngaso, trek walk bentar sambil nonton kelas Men Expert sama Men Elite. Akhirnya kami pulang sebelum podium ceremony karena takut terlalu sore. Overall, saya puas banget sama hari itu.

    (Many thanks to bro @FunRunner for the feeding support!)

    11112967_827718620650401_8643532045755640341_o - Copy.jpg
    Sabtu, 9 Mei. Registrasi ulang dan ketemu Malik yang baru beres practice run (rider yang pake helm itu Agung Kusnadi, salah satu unggulan untuk kelas Men Expert)
    Photo: JPG mountain bike community


    10917256_10204160936724937_4103268684365157736_o - Copy.jpg
    At the start line
    Photo: Andri Dolphin


    1557364_1024949230851224_3221957508481833220_od - Copy.jpg
    Turunan Pilot. Section ini dialihin ke chicken line karena line utamanya yang jauh lebih curam terlalu licin akibat hujan dan jadi berbahaya. Tetep aja, section ini licin dan ga gampang!
    Photo: Rudy Bike


    11182674_1024961967516617_6516079943055942665_o - Copy.jpg
    Lorong bambu, tempat di mana pas lap ke-6 saya nyenggol bambu
    Photo: Rudy Bike

    11182655_817641011645548_815495968889444309_o.jpg
    Photo: Starzoids



    THE RACE MACHINE

    WP_20150504_17_59_48_Pro.jpg

    Setup:

    Wheels
    Front tire pressure: 32 psi
    Rear tire pressure: 34 psi

    Fork (SID Dual Air)
    Positive air pressure: 75 psi
    Negative air pressure: 85 psi

    Drivetrain
    Sprocket: 10 speed 11t - 36t
    Chainring: 34t
    E*thirteen XCX chainguide for safety measure
     
    Last edited: May 12, 2015
    pumashoes, reza105, RIzaldi and 14 others like this.
  2. andredechh

    andredechh Well-Known Member

    Mantaap om...

    Emang bagian bambu itu sempit, gelap dan kalo mesti out of saddle ya resiko handlebar nyangkut.

    Saya gagal lagi ikutan...cuti udah terlanjur diatur untuk sampai tanggal 3, eh race nya diundur :(
     
  3. red_cyclist

    red_cyclist Rider Sruntulan

    Memang agak sayang sih acaranya diundur.... Tapi harus diakui sih om, kesiapan treknya jadi jauh lebih baik dengan adanya waktu seminggu untuk organizer untuk berbenah trek. Beberapa technical section jadi ada chicken line, di beberapa turunan yang susah safety equipmentnya (bantal, pager, dll) lebih siap, rambu-rambu lebih komplit, di beberapa titik tanahnya digali lagi biar lebih rideable.... Tapi tetep jembatan bambunya ga ada pagernya hahaha
     
  4. sguna

    sguna Active Member

    mantap ceritanya
     

Share This Page