1. Dear Guest, Selamat datang ke forum Cycling-Id.com. Silahkan membaca artikel New Members Guide untuk kenyamanan bersama.

Know the Climb: Gunung Bunder

Discussion in 'Leo's Cycling Stories' started by red_cyclist, Mar 6, 2015.

  1. red_cyclist

    red_cyclist Rider Sruntulan

    WP_20140705_009.jpg

    https://www.strava.com/segments/4998918?filter=overall
    Distance: 18.8 km
    Average gradient: 4%
    Category: HC

    Oke, kali ini mau ngebahas tentang rute tanjakan Gunung Bunder sampai ke Curug Ngumpet. Sebenernya saya baru 6 kali riding ke sini, tapi menurut saya ini tanjakan yang layak dicoba. Selain jalannya yang cukup sepi (dibandingin nanjak ke Puncak), di taman wisata Gunung Bunder juga suasananya adem, asri, dan sejuk. Tapi gara-gara jalannya bukan jalan raya (lebih seperti jalan desa), jadi ada beberapa bagian di mana jalannya rusak, dan yang paling parah justru di dalem taman wisatanya. But still, worth to try.

    How to get there
    Cara paling gampang untuk nyampe ke awal pendakian Gunung Bunder itu lewat Dramaga. Dari kampus IPB lurus ke arah Leuwiliang. Sekitar 3.5 - 4 km dari IPB ketemu pertigaan di mana dari pertigaan itu kita bisa liat gunung kapur. Ikutin jalan ke kiri di pertigaan itu, dan sekitar 400 meter kemudian ada belokan ke kiri, ada plank-nya "Taman Wisata Gunung Bunder" (or some sort....), di situlah kita mulai nanjak.... sort of....

    The Climb

    1. False flat/low gradient
    9.0 km @ 3.0%

    First bit.jpg

    9 km pertama dari pertigaan gradien masih sangat bersahabat, bisa digunakan untuk momen ngelemesin kaki. Sesekali gradien naik jadi 7-8%, tapi short burst aja, paling 100-200 meter. Di sini pacing penting banget, karena walaupun sebenernya bisa dihajar pace tinggi, tanjakan-tanjakan setelah bagian ini cukup brutal. Bagian ini selesai di sebuah pertigaan (lihat gambar). Ambil jalan lurus dan bersiaplah melihat tembok....

    2. Steep Way to Gerbang Taman Wisata
    5.7 km @ 7.4%

    Second bit.jpg

    Bagian ini sebenernya mirip-mirip sama tanjakan km 0 via Bojong Koneng, banyak perubahan gradien antara curam (>10%) sama yang ga begitu curam (~5%). Yang jelas, selepas pertigaan bakal langsung disuguhin 2 power climb sampai masuk ke desa Gunung Bunder 1. Setelah sekitar 3.7 km dari pertigaan dan beberapa power climb lainnya, siksaan terberat di bagian ini muncul; stretch tanjakan 2 km dengan gradien rata-rata 10% yang berakhir di gerbang taman wisata.

    3. Dari Gerbang Taman Wisata ke Curug Ngumpet
    3.0 km @ 3.5%

    Last bit.jpg

    Oke, pertama-tama untuk masuk ke Taman Wisata, biasanya kita bayar. Kalo sesuai tarif, sepeda Rp 7,000 (kalo ga salah). Anehnya, 2 kali terakhir ke sini (kebetulan weekdays) saya disuruh langsung lewat aja alias free.... Mungkin karena weekdays... ya sudahlah.

    Setelah masuk ke kawasan wisata Gunung Bunder, kita bisa istirahatin kaki sebentar, karena 2 km pertama banyak rolling, dan gradien amat sangat bersahabat. Di sini, bisa tarik nafas sambil menikmati ademnya hutan pinus. Tapi diharapkan tetap waspada, karena jalan di sini banyak yang rusak parah.

    Setelah tarik nafas, nanti ketemu warung di kiri jalan, nikung ke kanan, nanjak dikit terus ada hairpin ke kiri. Bersiaplah......

    Last punish.jpg

    .....karena hutan pinus menyimpan siksaan terakhirnya untuk sampai ke Curug Ngumpet. Stretch 900 meter dengan gradien 12.4% dengan makmimum gradien mungkin mencapai 20% (data topografi Strava/Google kurang akurat) di deket pintu masuk wisata Kawah Ratu. Bukan cuma sekedar gradien, jalan rusak juga bikin nanjak di sini ketar-ketir. Belum lagi kalo jalanan basah/lembab, licin bener... Akhirnya setelah melewati itu semua, sampai juga di pintu masuk Curug Ngumpet (ada jembatan, seperti gambar pertama yang ada 3 sepeda itu).

    Eh, sebentar.... Curug Ngumpet bukan titik tertinggi di rute ini looh! Hahahaha

    4. Dikit Lagi Sampeā„¢
    1.1 km @ 2.1%

    Rolling to the top.jpg

    Sebenernya section ini roller coaster aja sih... Tanjakannya memang beberapa curam, tapi relatif pendek. Mau dihajar full power atau santai bebas, karena setelah ini turun.

    5. Turun Dari Gunung Bunder

    Turun dari Gunung Bunder bisa ada 2 pilihan; puter balik dan turun lewat jalan yang sama kaya nanjaknya, atau ikutin jalan terus, tembusnya di jalan raya Bogor - Leuwiliang. Biasanya saya ikutin jalan terus. Nah, tapi bagi yang mau ikutin rute ini, harus hati-hati sama 3.4 km pertama turunan ini:

    Daredevil.jpg

    Dari sekian rute naik/turun gunung, menurut saya ini turunan paling menakutkan, menuntut konsentrasi tinggi, perlu bike handling skill yang baik, dan harus bisa melakukan pengereman dengan amat sangat baik sekali.

    Jalanan nggak lebar, sama-sama jalan desa seperti sebelum-sebelumnya, gradien curam, ada beberapa polisi tidur, dan tikungan tajam. 2 lingkaran orange di gambar itu 2 tikungan paling tajam dan bahaya.

    Tikungan tajam pertama (lingkaran di bawah) itu tikungan patah 90 derajat, tapi run-in ke tikungannya curam dan aspalnya agak jelek. Di kondisi basah, overspeed di tikungan ini berarti bencana. Not to mention kalo ada kendaraan dari arah berlawanan.....

    Tikungan kedua, sedikit berbeda. Run-in sama-sama curam, walopun aspalnya lebih halus. Tapi, ini tikungan hairpin dan termasuk tikungan buta. Di kondisi basah same story sama tikungan yang udah di bahas...

    Setelah yang hairpin, ada tikungan patah ke kanan (lebih gampang dibanding 2 tadi), dan setelah ini ada stretch turunan curam sepanjang 600 meter dengan gradien -17.8% (!!!). Jalannya juga nggak lurus-lurus banget, ngga lebih lebar juga, dan gradien agak berubah-ubah walopun nggak signifikan. Top speed saya di sini 75 kph, tapi heart-rate bisa tetep 150 bpm, dan ada sedikit sensasi kalo kayanya saya bakal ngompol....

    Dari sini, sisanya turunan yang bersahabat, walopun banyak polisi tidur... dan angkot. Eventually, nanti sampai juga di jalan raya Bogor - Leuwiliang. Belok kanan, dan kembali ke arah Darmaga....



    Basic Tips:

    1. It's about pacing. Lebih baik di bawah ngga terlalu kenceng tapi di atas bisa seger daripada di bawah hajar pace tinggi terus di atas kewer-kewer. Inget, gradien yang brutal-brutal sembunyi di atas semua.
    2. Di hari yang panas, bawa air minum yang banyak. Ada beberapa area terbuka yang kalo lagi cerah bisa panas banget.
    3. Di hari yang dingin/hujan/bekas hujan, waspada sama jalanan lembab. Di tanjakan curam bisa bikin ban selip dan di turunan bisa bikin gagal ngerem.
    4. Aware sama traffic yang ada. Walaupun ngga banyak mobil yang sliwar-sliwer, tapi jalannya di sini ngga terlalu lebar.

    Record Strava (untuk referensi rute): https://www.strava.com/activities/230951457

    Happy Climbing! :D
     
    Last edited: Mar 6, 2015
    andytio, Ibet, dasarbule and 5 others like this.
  2. yogadizz

    yogadizz Raja Modus

    Been there..pingin lagi .... Dan buat saya sih lebih epic and worth the ride dari km.0.
    [​IMG]
    Dan Indomie + teh manis di atas kok berasa enak banget ya hahaha...
    [​IMG]



    Sent from my iPhone using Tapatalk
     
    pumashoes, andytio, Ibet and 6 others like this.
  3. bleukatana2004

    bleukatana2004 Bali 2014 Organiser

    kapan ya kesini
    masak raja modus aja sdh sampai curug ngumpet saya belom pernah

    ni
     
    yogadizz likes this.
  4. anggahenggara

    anggahenggara Active Member

    sedap nih, percobaan pertama saya gagal, saya pikir arahnya deket deket megamendung bogor. sudah sampe gadog, liat peta baru sadar :oops:
     
  5. nocturn

    nocturn Well-Known Member

    Waaaa ada penampakan bicol the legend hahaha...
     
  6. ch_cx

    ch_cx Bali 2014 Organiser

    Bicol emang legend...yang laen kewer kewer ditinggalin...pediih!!
     
  7. red_cyclist

    red_cyclist Rider Sruntulan

    Abis diubek-ubek, dikit juga dokumentasi pas gowes ke sini...


    Ini gerbang masuk taman wisata/taman nasionalnya... Maap blur, fotonya sambil gowes....nanjak pula....

    WP_20140705_003.jpg



    Ini di bagian kedua menuju gerbang taman wisata, pas gradiennya landai dikit dan landscapenya bagus. Sempetin ambil hp bentar terus foto rider BiCol legendaris

    WP_20140705_002.jpg



    Ini di dalem taman wisatanya.... Lagi-lagi, rider BiCol legendaris.....

    WP_20140705_005.jpg



    Ini tanjakan ke Curug Ngumpet

    WP_20140705_010.jpg


    Ini waktu lagi gowes bareng @dhaninugraha, @bocool, dan om @ch_cx, di samping gerbang taman wisatanya

    WP_20140731_001.jpg
     
    andytio, ch_cx, alvi and 1 other person like this.
  8. nocturn

    nocturn Well-Known Member

    Waduhhh ada rider+bicolny...jd nostalgia d.. #melankolis
     
  9. Ibet

    Ibet Active Member

    wah baru nyobain 1x ride disini dan ................ hujan.

    turunan menjadi amat sangat menakutkan :(


    tapi pemandangan sama vibe nya itu loh, bikin susah move on hahaha.

    thank you om @red_cyclist untuk sharing know the climb disini.
     
    yogadizz likes this.
  10. red_cyclist

    red_cyclist Rider Sruntulan

    Yok ke sini lagi bet, mumpung ujannya udah mulai jarang-jarang
     
  11. anggahenggara

    anggahenggara Active Member

    kapan nih?
     
  12. red_cyclist

    red_cyclist Rider Sruntulan

    April yok cari waktu, sekalian ngajak om @bleukatana yang sama-sama belum ke sini
     
  13. yogadizz

    yogadizz Raja Modus

    Ikooddddd


    Sent from my iPhone using Tapatalk
     
  14. Ibet

    Ibet Active Member

  15. nocturn

    nocturn Well-Known Member

    Baiknya c april yah... #ehhh..
     
  16. bleukatana2004

    bleukatana2004 Bali 2014 Organiser

  17. emirr

    emirr Contributing Member

    mz, saya ikut bole ga mz? tp pelan2 az ga kuat nanjak:sorry:
     
    bleukatana2004 likes this.
  18. nocturn

    nocturn Well-Known Member

    Kalo nanjak pasti pelan2 koq mas @emirr.. Krn kami love peace pace and gaullll... #halahhhh
     
  19. yogadizz

    yogadizz Raja Modus

    Hemm... Terakhir sih sy nanjak gn bunder udh ngos-ngosan si om @nocturn nih masih ngajal ngobrool aja... Ga berasa gitu nanjaknya buat dia kayanya ... Padahal dia nyusulin dari bawah lho


    Sent from my iPhone using Tapatalk
     
  20. nocturn

    nocturn Well-Known Member

    Kan saya pake gear ratio MTB kalo mas @yogadizz pake gear ratio cx...#klarifikasi
    Yuklah om kita nikmati indomie lagi diatas hehehe
     

Share This Page