1. Dear Guest, Selamat datang ke forum Cycling-Id.com. Silahkan membaca artikel New Members Guide untuk kenyamanan bersama.

Cara Menggunakan Tensimeter Manual

Discussion in 'Ngobrol Bebas' started by Baehaqi Nur, Apr 10, 2020.

  1. Baehaqi Nur

    Baehaqi Nur New Member

    Tekanan darah merupakan salah satu parameter fisiologis kesehatan yang perlu dipantau. Hal ini karena tekanan darah bisa sangat berpengaruh terhadap kesehatan. Tekanan darah bisa kita ketahui dengan cara mengukurnya dan memeriksakan diri ke rumah sakit ataupun klinik. Namun kesibukan yang padat seringkali membuat orang lupa dan tidak mengindahkan masalah ini.

    Salah satu solusi terbaik adalah dengan memiliki alat ukur tekanan darah sendiri di rumah, sehingga kita dapat mengukurnya kapan saja, tanpa perlu ke dokter atau rumah sakit. Namun demikian, sebagian orang tidak mau membeli karena takut tidak dapat menggunakannya. Oleh sebab itu, saya ingin sedikit berbagi bagaimana cara menggunakan tensimeter manual untuk anda sekalian.

    Cara Menggunakan Tensimeter Manual

    Tensimeter manual dipilih biasanya karena harganya yang relatif murah. Namun di sini kita harus belajar cara menggunakannya. Tidak sulit, hanya perlu sedikit latihan saja. Berikut ini langkah – langkahnya.

    1. Pertama, pastikan anda sudah memiliki alat tensi manual (direkomendasikan aneroid)
    2. Bila anda belum memilikinya, anda bisa beli di toko alat kesehatan terdekat dari rumah anda.
    3. Anda bisa juga siapkan alat bantu stetoskop untuk mempermudah, ini juga tidak mahal.
    4. Pertama, pasanglah manset tensi pada lengan kiri anda.
    5. Kedua, posisikan knop pelepas udara yang ada di bagian bola tensi tertutup agar udara tidak keluar saat anda memompa manset
    6. Selanjutnya, pasang stetoskop di telinga anda dan letakkan head piece pada lengan kiri anda, selipkan pada manset stetoskop agar tidak lepas
    7. Posisikan jarum penunjuk tekanan sedemikian sehingga anda mudah untuk melihat dan memantaunya
    8. Sekarang mulai memompa, pompa manset hingga jarum menunjuk angka 150 mmHg
    9. Jika sudah, lepaskan udara dengan membuka knop pelepas udara dengan perlahan
    10. Amati jarum penunjuk tekanan yang turun dan rasakan detak nadi anda,
    11. Ketika anda mendengar suara nadi keras untuk pertama kali, di angka berapa posisi jarum tersebut ? itulah tekanan sistolik anda

    12. Terus amati, dimana anda sudah tidak lagi mendengar suara detak tersebut hingga terasa seperti desiran angin ? Catat sebagai tekanan diastolik

    Nah, tidak sulit bukan ? Anda hanya perlu beberapa kali melakukannya hingga terbiasa. Anda juga bisa mengajarkannya pada anggota keluarga anda sehingga mereka nantinya bisa mengukur dirinya sendiri dan juga membantu untuk mengukur anda. Sekian, semoga bermanfaat !
     

Share This Page