1. Dear Guest, Selamat datang ke forum Cycling-Id.com. Silahkan membaca artikel New Members Guide untuk kenyamanan bersama.

Agar Polusi Udara Tak Berbahaya Bagi Pesepeda

Discussion in 'Commuting dan Bike2Work' started by bagusgowes, Dec 30, 2016.

  1. bagusgowes

    bagusgowes Well-Known Member

    milan-biking02.jpg

    Lajur sepeda yang terpisah dari jalan utama, di mana sepeda motor dan mobil melewatinya, yang berjarak 7 meter, dapat mengurangi dampak polusi sebanyak 20 hingga 30 persen, dan jika jaraknya lebih jauh, maka bisa mengurangi dampak polusi hingga setengahnya, seperti yang diungkapkan dalam sebuah penelitian terbaru.

    Peneliti di Universitas Canterbury, Selandia Baru, mengukur paparan polusi karbon monoksida pada pesepeda yang bersepeda di jalan raya, jalan kampung, dan jalan setapak, dan diketahui bahwa dampaknya berkurang 20-30 persen di jalan kampung, dan hingga 50 persen di jalan setapak, di mana lebih banyak digunakan oleh pejalan kaki, jika dibandingkan dengan kadar polusi di jalan raya utama.

    Profesor Simon Kingham, salah satu anggota tim peneliti, berkata, “Penemuan tersebut menunjukkan bahwa memang lajur sepeda yang terpisah memiliki paparan polusi yang lebih rendah".

    Percobaan dilakukan dengan tiga pesepeda, satu di jalan utama, satu di lajur sepeda yang berjarak 7 meter dari jalan utama, dan seorang pesepeda lain di jalan setapak di tengah taman di Christchurch yang berjarak sekitar 19 meter dari jalan utama, dan dikoleksi sampel karbon monoksida, ultrafine particles (UFPs) dan fine particulate matters (PM10). Dan hasilnya adalah yang seperti telah disebutkan sebelumnya.

    “Hasil tersebut menunjukkan manfaat yang diperoleh dari lajur sepeda yang terpisah dari jalan utama, yang akan membantu dalam perencanaan kota. Lajur sepeda terpisah akan lebih menjaga kesehatan pesepeda, terutama di jalan yang lalu lintasnya padat".

    Jalur sepeda yang terpisah, meskipun berjarak tak terlalu jauh dari jalan utama, tetap mengurangi paparan polusi

    Profesor Kingham, yang juga direktur Institut Penelitian Geospasial dan Laboratorium Geo-kesehatan di Universitas Canterbury, mengatakan, “Bahkan pemisahan lajur yang jaraknya sangat dekat, misalnya terpisah dengan pembatas jalan dari jalan utama, paparan polusi dari kendaraan bermotor tampak signifikan perbedaannya".

    Penelitian terdahulu yang juga dilakukan oleh Universitas Canterbury menunjukkan bahwa pengendara mobil terpapar karbon dioksida dalam kadar yang tinggi. Pesepeda di jalanan kota, pesepeda balap terpapar polusi lebih banyak daripada yang bersepeda offroad. Penumpang bus bahkan terkena paparan polusi yang lebih tinggi daripada pesepeda.

    Sumber: http://goowes.co/2016/12/22/agar-polusi-udara-tak-berbahaya-bagi-pesepeda/
     

Share This Page