1. Dear Guest, Selamat datang ke forum Cycling-Id.com. Silahkan membaca artikel New Members Guide untuk kenyamanan bersama.

Aero wheelset, benar bikin tambah kencang?

Discussion in 'Road, Time Trial, dan Cyclocross' started by CoMePunk, Jul 19, 2018.

  1. CoMePunk

    CoMePunk Blogger Cycling Indonesia

    Kalau kita baca artikel di internet, nonton video Youtube, atau post-ride coffee talk, banyak yang klaim aero wheelset bikin average speed nambah 2-3 km/jam. Banyak pula yang bilang efeknya langsung terasa pas gowes, aero wheel lebih mudah maintain speed di atas 30 km/jam dibandingkan wheelset standar bawaan sepeda. Gue penasaran, benarkah sampai segitunya? Nah, kebetulan gue sempat dapat pinjaman aero wheelset dari teman selama 2 bulan. Jadi, langsung gue jajal itu wheelset.

    Profil gue:
    tinggi badan 178 cm, berat 67 kg.

    Sepeda:
    Specialized Tarmac Comp 2017, size 54
    Ban Specialized S-Works Turbo 700x24C, gue set 90 psi di ban depan dan belakang

    Wheelset standar:
    DT Swiss R460
    Rim depth 23 mm, width internal 18 mm, external 23 mm
    Berat 1.845 gram.
    IMG_7703.JPG

    Wheelset Aero:
    Token TK-C55
    Rim depth 55 mm, width internal 14 mm, external 19 mm
    V-shape
    Berat 1.448 gram.
    EFB08E4B-A45F-457E-861D-554854F2D81C.JPG

    Ini wheelset aero model lama, profile masih V-shape, dan lebar rim internal dan eksternal hanya 14 mm dan 19 mm. Belum seperti tren aero wheel sekarang yang lebar eksternal sampai 26 mm. Tapi karena hanya ini yang gue dapat (namanya juga pinjaman), ya ini lah yang gue pakai.

    Catatan:
    1. Tes ride yang gue lakukan adalah tes ride Individual Time Trial, alias gowes sendirian, bukan gabung dengan peloton, jadi ini speed murni karena effort gue sendiri dan bukan karena ketarik sama peloton.
    2. Rute yang gue pakai adalah rute dalkot / Tarkam loop yang relatif flat, cocok buat tes wheelset aero.
    3. Perbandingan yang gue lakukan adalah effort berdasarkan average heart rate, bukan power meter, karena gue ngga punya power meter. Mungkin hasil perbandingan tidak terlalu akurat, tapi paling tidak sudah bisa menggambarkan perbandingan antara dua wheelset ini. Jadi, jangan hiraukan tulisan "estimated avg power".
    Rute:
    Screen Shot 2018-07-19 at 14.51.59.png

    Pertama: Standard wheelset

    Distance 37,5 km
    Time 1:02:47
    Avg Heart Rate 167 bpm
    Avg Speed 35,4 km/jam
    Tarkam loop 15K record: 24 menit 52 detik.
    Link: https://www.strava.com/activities/1355831825
    Screen Shot 2018-07-19 at 15.00.55.png

    Kedua: Aero wheelset
    Distance 52,87 km
    Time 1:24:30
    Avg Heart Rate 168 bpm
    Avg Speed 37,5 km/jam
    Tarkam loop 15K record: 23 menit 11 detik.
    Link: https://www.strava.com/activities/1565885990
    Screen Shot 2018-07-19 at 15.01.17.png

    Impresi gowes:
    • Wheelset aero terasa lebih stiff, kena jalanan jelek lebih terasa bantingannya dibanding wheelset standar, apalagi pas lewat Jl. Gatot Subroto dan Jl. Sudirman, ada beberapa bagian aspal yang jelek, terasa sekai di tangan. Mungkin karena profile rim yang lebih deep, jadinya wheelset lebih kaku.
    • Untuk sensasi speed sendiri, gue pribadi ngga merasa ada perbedaan selama gowes, apalagi cyclo comp gue pakai Garmin Fenix 5 yang gue pakai di pergelangan tangan, jadi gue gowes aja tanpa lihat udah speed berapa, pakai effort yang relatif sama di antara dua gowes tersebut. Baru terasa ternyata speed nambah setelah gue selesai gowes dan lihat avg speed.
    • Banyak yang mengeluhkan kekurangan aero wheel adalah ngga stabil di cross wind. Kebetulan saat gue gowes coba aero wheel ini sedang tidak kena cross wind, jadi gue tidak bisa kasih pendapat tentang stabilitas aero wheel kalau kena cross wind.

    Hasil:
    average speed gue bertambah 2,1 km/jam dan
    segmen strava Tarkam Loop 15K gue bikin personal record 1 menit 41 detik.
    Padahal jarak gowes gue dengan aero wheelset lebih jauh 15,82 km.

    Kesimpulan:
    Sesuai klaim yang sering kita dengar, terbukti memang aero wheelset bikin gowes kita tambah kencang avg 2 km/jam. Dan sekali lagi, Token ini termasuk aero wheelset entry level dengan profile rim model lama. Belum lagi kalau nanti dibandingkan dengan wheelset aero premium.

    Jadi, buat yang pengen gowesnya tambah kencang, wheelset aero cocok jadi pertimbangan buat upgrade pertama dari komponen sepeda.

    Buat yang punya pengalaman dan cerita tentang aero wheelset, monggo di-share juga.
     
    Last edited: Jul 19, 2018
    pumashoes, ocokusoel13, tato and 2 others like this.
  2. niclo32

    niclo32 Member

    kalo buat nanjak bagaimana om?
     
  3. CoMePunk

    CoMePunk Blogger Cycling Indonesia

    Sayangnya gue ngga sempat pakai buat nanjak, jadi ngga bisa banyak komen. Wheelset-nya sudah gue balikin ke yang punya dan sudah laku terjual.

    Gue orang yang lebih suka nyiksa diri di jalan flat, karena kalau capek tinggal coasting, sepeda tetap meluncur. Lah kalau nanjak, gue berhenti gowes, sepeda juga langsung berhenti, mau start lagi makin berat. Hahaha.

    Teorinya, aero wheel itu ngga cocok dibawa nanjak karena lebih berat, tapi kalau lo lihat di atas, itu wheelset Token yang gue pakai termasuk ringan, kurang dari 1,5 kg. Bahkan lebih ringan 300 gram dibanding wheelset standar Tarmac gue. Jadi, mungkin bisa lebih kencang. Mungkin ya.


    Sent from my iPhone using Tapatalk
     
    Last edited: Jul 19, 2018
  4. pumashoes

    pumashoes Well-Known Member

    Dari pengalaman saya pakai beberapa wheelset dengan berat dan profil yang beda-beda, yang bikin gelinding dan naikin avs itu justru rotating mass di rimsnya yang menghasilkan momentum. Jadi ketika coasting, speed nggak langsung drop dan speed sustain jadi lebih gampang. Sementara IMO faktor aero cuma menyumbang sedikit sekali.

    Kalo bicara momentum, sekilas nampaknya berhubungan dengan bobot. Tapi pelek berat belum tentu rotating massnya bagus dan pelek enteng belum tentu momentumnya jelek. Lalu cara ngetesnya gimana? Coba lewatin undepass, bejek sekuatnya pas lagi turunan. Nah, pas di bagian tanjakan deepwheel biasanya nggak cepet drop speednya. Jadi lebih enteng digowesnya.

    Ya nggak gimana-gimana, pake aja. Yang PALING pengaruh buat nanjak ya bobot pelek, bukan profil. Nanjak pake deepwheel bobot 1.4kg pastinya bakal jaauuuh lebih enak daripada pelek teplek 1.8kg. Makanya kalo kita liat pro riders masih banyak yang pakai pelek profil 50mm buat etape tanjakan karena secara bobot, 50mm masih terhitung nggak terlalu berat. Jadi kalo mao cari pelek buat nanjak, pilih yang paling enteng, that's it. Mau profilnya 50, 60 atau 20mm ya terserah.
     
    Last edited: Aug 10, 2018
  5. dasarbule

    dasarbule Wes Tuek

    Ada satu yang harus diingat om, what goes up must come down... Kalau pakai pelk profile tinggi pas nurun bisa terpengaruhi tekanan angin sehingga handling agak aneh.
    So, untuk nanjak emang betul harus perhatikan bobot, tapi juga harus perhatikan efek profil.
     
    pumashoes likes this.
  6. wsaputra

    wsaputra Well-Known Member


    Setelah nonton ini, akhirnya coba beli yang murmer...

    Sudah datang, tp belum beneran di coba dengan serius.
    Gowes di tol sih, nyebelin banget kalo pas kena sidewind..
     
  7. emirr

    emirr Contributing Member

    bner banget nih.saya pake ws profil 55. pas turunan berasa bgt kena angin dikit langsung goyang
     

Share This Page