1. Dear Guest, Selamat datang ke forum Cycling-Id.com. Silahkan membaca artikel New Members Guide untuk kenyamanan bersama.
  2. Polling desain jersey CyclingID edisi ke-7 sudah selesai. MOHON SEGERA PESAN!!! KLIK desain 4

6 Tips Cerdas Menambah Kemampuan Melahap Tanjakan

Discussion in 'MTB, Down Hill, Dirt Jump, dan BMX' started by bagusgowes, Nov 25, 2016.

  1. bagusgowes

    bagusgowes Well-Known Member

    10805121-Cyclist-climbing-up-a-rock-with-his-mountain-bike-Stock-Photo-cycling.jpg

    Tiap pesepeda, apalagi yang suka bersepeda jarak jauh atau mencari rute yang banyak tanjakannya, pasti pernah merasakan ngedrop saat setelah di sebuah kelokan dan menemukan jalanan menanjak yang sepertinya sangat susah dan berat untuk dilalui. Tanjakan memang berat untuk dilewati. Namun kenapa ada juga sebagian orang, meskipun bukan atlet pro, bisa melewati dan menaklukannya dengan mudah? Dan bagaimana agar bisa melakukan hal seperti itu? Berikut ini adalah 6 tips yang bisa dilakukan agar bisa melahap tanjakan hingga kenyang.

    1. Cadence yang nyaman

    Kita pasti tidak ingin mengayuh dengan terlalu berat (sehingga cadencenya rendah) atau terlalu cepat dengan gir yang ringan. Menurut Sean Burke, MSC., pelatih kepala di Crank Cycling, kita bisa memiliki cadence yang paling nyaman di antara 80 hingga 110 rpm. Jika kemudian saat berada di tanjakan kita tak bisa mencapai cadence itu, maka bisa dipertimbangkan untuk mengganti sprocket dengan yang mempunyai gigi lebih besar ( >34T).

    2. Jangan terlalu ngoyo dan akhirnya cepat lelah

    Tanjakan tak selalu harus dilewati dengan penuh tenaga dan kayuhan yang cepat. Jika menempuh perjalanan panjang, bisa saja tanjakannya tidak hanya ada di satu tempat itu, dan masih ada lebih banyak tanjakan yang menanti. Jika kemudian ada teman yang lain bisa lebih cepat dalam merampungkan tanjakan itu, sebaiknya kita jangan terpancing dan tetap menjaga kecepatan kita sendiri.

    Robin Carpenter, pebalap dari tim Holowesko – Citadel, menyarankan agar kita bisa menjaga ego diri kita di separuh perjalanan pertama saat berada di tanjakan yang panjang. “Melewati tanjakan adalah seperti saat time trial, segala sesuatunya adalah tentang kayuhan yang konstan. Pada awalan tanjakan, mungkin selama satu-dua menit awal, mungkin kita akan merasa bahwa apa yang kita lakukan terlalu pelan. Namun lama kelamaan, tubuh akan menyesuaikan sedikit demi sedikit, sehingga akan diperoleh kayuhan yang konstan, dan pada akhirnya kita akan mendapatkan kecepatan yang paling nyaman untuk diri kita sendiri".

    3. Latihan di jalanan yang naik-turun

    Memang menyakitkan dan melelahkan, dan tentu saja akan lebih pelan saat berada di jalan yang menanjak. Namun satu-satunya cara bisa melewati tanjakan dengan “menyenangkan” adalah dengan berlatih di tanjakan. Bersepeda menghadapi tanjakan akan menggunakan beberapa otot yang berbeda dengan saat bersepeda di jalan yang datar. Dan tentu saja, dengan bersepeda di tanjakan, pasti kita nanti akan merasakan nikmatnya turunan.

    4. Berdiri – duduk... dan ulangi

    Mengubah posisi tubuh pada saat berada di tanjakan adalah ide yang bagus. Posisi tubuh yang lebih merunduk akan memberikan beban yang lebih di bagian depan sepeda, sehingga kita akan tetap mendapatkan kontrol sepeda yang bagus. Mengayuh pedal dengan berdiri akan mendapatkan tenaga kayuhan yang lebih besar. Namun jika di akhir kegiatan bersepeda kita merasakan sakit di bagian punggung atau otot yang lain, maka bisa jadi bike fittingnya kurang pas.

    5. Memotivasi diri sendiri

    Perilaku kita akan berpengaruh pada performa pada saat bersepeda. Pada saat mendekati tanjakan dan kemudian muncul pikiran: “Ooh tidak, tanjakan menghadang, dan pasti berat dan melelahkan”, pikiran pesimis seperti itu akan berpengaruh pada bagian tubuh yang lain.

    Daripada berpikiran pesimis saat menghadapi tanjakan, akan lebih baik jika kita bisa melatih kemampuan psikologis, seperti yang disarankan oleh Robert Weinberg dan Daniel Gould, keduanya adalah profesor di universitas. Dengan menegaskan bahwa kita pasti bisa melewati tanjakan tersebut, maka kita akan memiliki mindset positif, yang akan membantu pada saat di tanjakan. Ya, memang, tanjakan itu memang harus dilewati, jika memang jalannya harus melewati tanjakan itu. Pikiran posistif, ditambah dengan senyuman saat menghadapi tanjakan berikutnya, akan membuat kegiatan bersepeda semakin menarik dan tak mudah merasa lelah.

    6. Tanjakan adalah tentang makanan dan gizi

    Melewati tanjakan adalah kegiatan yang berintensitas tinggi bagi tubuh. Namun jika kemudian, saat jalanan menanjak belum usai, namun sudah mulai kelaparan, itulah hal terburuk yang dihadapi para pesepeda. Jadi, faktor makanan sangatlah penting.

    Makan yang baik dilakukan sekitar 30 menit sebelum mulai bersepeda, dan jangan mengandung banyak lemak atau protein. Makanan dan minuman yang banyak mengandung karbohidrat akan lebih banyak berguna saat bersepeda dalam jangka waktu yang lama atau menghadapi tanjakan yang panjang.

    Sumber: http://goowes.co/2016/11/23/6-tips-cerdas-menambah-kemampuan-melahap-tanjakan/
     
  2. Bayu Eko

    Bayu Eko New Member

    Nice artikel :)

    Sent from my ASUS_T00I using Tapatalk
     

Share This Page